[Opini] Student Loan : Ilmu Berhutang atau Kepedulian Sosial
Pendidikan sudah menjadi dongkrak mobilitas sosial yang ada di setiap benak masyarakat, khususnya kaum terpelajar. Mendapatkan pendidikan yang tinggi atau mencari titik intelektualitas sudah menjadi mimpi bagi setiap orang yang ingin menaikan statusnya. Stereotip umum yang ada pada masyarakat Indonesia bahwa memasukan anaknya ke jenjang yang lebih tinggi akan mendapatkan masa depan yang cerah, terutama jenjang perkuliahan. Universitas menjadi fasilitas utama dalam agen pengembangan akademik dengan tekanan dan tuntutan nilai yang berlaku. “Jika ga kuliah, lo bakal semerawut nanti kerja” sebuah pandangan masyarakat saat ini. Semua orang berlomba-lomba mendapatkan universitas favoritnya apa pun caranya dan berapapun biaya yang membebaninya. Tunjangan kuliah yang kadang tidak mampu di bendung oleh beberapa kalangan menjadi problematika finansial. Yang pada akhirnya mereka juga tetap harus bersaing dengan orang-orang yang mungkin tidak memiliki jenjang setinggi mereka. Permasalahan utama yang terjadi pada sistem pendidikan adalah biaya dan se worth-it itukah pendidikan yang kamu dapat.
Tetapi pada pembahasan ini saya berfokus terhadap sistem finansial pendidikan yang dirasa mahal. Hal ini dirasakan oleh seluruh kalangan walau dengan rasa yang berbeda. Kadang orang ada yang memiliki mimpi besar tetapi tidak punya uang untuk menggali mimpi tersebut. Di Amerika menetapkan kebijakan “student loan” atau kredit pendidikan yang dimana masyarakat mendapatkan investasi pendidikan dari para investor untuk membayar kuliahnya, agar tidak berat dalam memikirkan masalah finansial dan fokus kepada pendidikan yang ditekuninya. Sebuah kebijakan bagus kan? Enak lah lo kuliah tapi dibayarin orang ampe lo lulus. Tentu program semacam ini sangat membantu pelajar yang berasal dari keluarga tidak mampu. Selanjutnya dalam kebijakan ini memiliki syarat dan ketentuan yang berlaku. Pelajar akan dibiayai sampai lulus, dan setelah lulus mereka harus mengembalikan uang yang sudah di investasikan dengan bunga yang di sepakati.
Student loan yang berarti pinjaman pelajar yang dimana pelajar meminjam uang tersebut, berarti kita diajak ngutang ke orang? Secara teknis benar. Permasalahan kedua, apakah setelah lulus pelajar mampu membayarnya? Belum tentu. Pada beberapa kasus di negara yang memberlakukan student loan (Amerika dan beberapa negara di Eropa) para perbankan yang mengeluarkan produk finansial berupa student loan mengalami kredit macet, yang dimana para pelajar yang telah lulus tidak mampu membayar student loan dalam jangka waktu yang ditentukan. Sistem ini di Amerika sudah mencapai 1 triliun dollar atau 9000 trilliun Rupiah dengan setiap mahasiswa di amerika berhutang sebesar 24,300 dollar atau 218 juta Rupiah.Rumah tangga di Amerika mempunyai utang di Universitasmasin- masing sebanyak 22,4 juta, atau sekitar 19%, menurut Pew Research Center. Itu naik dua kali lipat dibanding tahun 1989, dan naik 15% di banding tahun 2007 Akibatnya, rumah tangga dipaksa menggunakan sebagian besar pendapatan mereka untuk membayar pinjaman pendidikan tersebut. Sudah bukan menjadi permasalahan pendidikan melainkan permasalahan ekonomi massal.
Di Indonesia pemerintah mulai memikirkan bagaimana kredit pendidikan atau student loan bagi pelajar perguruan tinggi di Indonesia dapat dilaksanakan kembali. Ide ini di utarakan oleh Presiden Joko Widodo yang menyindir tentang target pertumbuhan kredit tahun 2017 yang tidak tercapai saat bertemu bos-bos perbankan Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/3/2018). Hal ini di respon baik oleh Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso, dan ditambahkan oleh Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo, walaupun di usik dengan masalah kredit macet. Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohammad Nasir menambahkan, program ini sebenarnya pernah diterapkan di Indonesia. Salah satunya di era 1980-an pada masa Orde Baru. Program itu diberi nama Kredit Mahasiswa Indonesia (KMI). Mekanismenya, kredit akan dicairkan pada saat mahasiswa menyelesaikan tugas akhir dan harus dikembalikan setelah lulus. Dan, sebagai jamiannya, ijazah pun ditahan. Pada prakteknya, banyak penerima KMI tidak sanggup mengembalikan pinjaman. Namun, ada beberapa persoalan sehingga program tersebut terpaksa dihentikan. Salah satunya, tidak sedikit mahasiswa yang tidak membayar tanggungannya. Pengamat Pendidikan dari Universitas Negeri Jakarta, Jimmy Paat, berasumsi bahwa apakah ada jaminan bahwa setelah lulus para pelajar akan membayar utang itu dalam jangka waktu empat tahun mendatang
Permasalahan yang pernah terjadi sebagi contoh di Amerika. Seorang mahasiswa yang telah lulus 10 tahun dari salah satu universitas swata di New York masih dijerat utang. Akibat sistem tersebut, sekitar 40 persen debitur student loan Amerika tidak membayar kewajibannya. Di Amerika Serikat, sebuah penelitian dirilis oleh Brookings Institutions menjabarkan rata-rata debitur yang sudah lulus pada 2010 setidaknya berutang USD50 ribu, sebagian besar gagal melunasi utang mereka dalam kurun waktu empat tahun. Apa ini hal yang harus di khawatirkan negara? Ya pasti lah akan merusak roda perputaran ekonomi.
Indonesia masih memiliki permasalahan pendidikan yang krusial untuk tidak diatasi. Alih-alih mengatasi muncul jamur baru permasalahan ekonomi. Apakah student loan dapat mengatasi masalah pendidikan dan ekonomi negara dengan memutar uang dengan sistem kredit? Dikata kepedulian sosial, dari pada mendidik anak Indonesia buat ngutang mending menjalankan kebijakan yang memperbaiki dan menunjang fasilitas pendidikan yang memadai.
Press Release BEM FISIP UNPAD : "Berbagai Perbandingan “Student Loan” di Eropa" 26 April 2018. https://drive.google.com/file/d/1IHWZ5O1b7-syMBreBbz7_C1zEW9Whdh5/view
Refrensi :
Barnard, Julia. “Sticking with UC Davis: “Lady Bird” and the Cost of College”. 10 January 2018. https://communitycapital.unc.edu/2018/01/sticking-uc-davis-lady-bird-cost-college/
Editorial. "'Student Loan' Memaksa Mahasiswa Berhutang" 3 November 2012.
http://www.berdikarionline.com/student-loan-memaksa-mahasiswa-berutang/?utm_campaign=shareaholic&utm_medium=whatsapp&utm_source=im
Hutomo, Narendra. “Kritik Buat Obsesi Keluarga Indonesia Memasukkan Anak ke Universitas Negeri”. 3 Novmber 2017. https://www.vice.com/id_id/article/vb33zy/kritik-buat-obsesi-keluarga-indonesia-memasukkan-anak-ke-universitas-negeri
Kuwado, Fabian Januarius. "Sedang Dirancang, Mahasiswa Boleh Bayar Kuliah Setelah Diterima Kerja". 16 Maret 2018. https://nasional.kompas.com/read/2018/03/16/09043451/sedang-dirancang-mahasiswa-boleh-bayar-kuliah-setelah-diterima-kerja.
REUTERS. “New U.S. Student Loan System to be in Place in 2019, Education Department Says”. 2 August 2017. http://fortune.com/2017/08/01/student-loan-system-betsy-devos/
Wargadiredja, Arzia Tivany. “Waspadai Risiko di Balik Janji Manis Pinjaman Kuliah Mahasiswa”. 21 Maret 2018. https://www.vice.com/id_id/article/a3ydej/waspadai-risiko-di-balik-janji-manis-pinjaman-kuliah-mahasiswa
Comments
Post a Comment