[Kajian] Sejarah dan Perkembangan Anime di Indonesia


Jepang sudah menjadi Negara dengan bisnis hiburan yang besar di mata dunia. Banyak penggemar media hiburan Jepang karena mudah di rasakan oleh kehidupan sehari-hari. Jepang sudah lama menjadi panutan budaya populer karena perkembangan budayanya yang abstrak dan bernilai seni tinggi. Budaya daerah Jepang serta ideologi yang kuat dianut oleh masyarakatnya dengan erat agar budayanya itu tidak pudar, dan orang-orang di dunia menghargai serta mengagumi hal itu. Perkembangan budaya Jepang semakin berkembang seiring industri hiburan Jepang yang semakin pesat dalam pengembanganya dan ketertarikan masyarakat di luar Jepang. Evolusi dari perkembangan bisnis hiburan Jepang tertarik dengan dunia animasi atau yang lebih dikenal di dunia barat adalah kartun.

Berawal pada pengembangan masa kaisar Meiji, Jepang bekerja untuk menjadikan dirinya negara modern. Ibukotanya dipindahkan ke Tokyo, dan Jepang bekerja memodernisasi dirinya sendiri sambil mempertahankan tradisinya. Sekolah-sekolah bermotif setelah model Eropa dan militer dikembangkan. Pada masa Imperial Jepang yang sedang sangat seringnya peperangan Sino dengan Jepang dan perang Rusia dengan Jepang. Perang Dunia ke-II atau Pasifik yang menyangkut Jepang Melawan Amerika menyebabkan banyak perubahan besar dalam budaya Jepang. Jepang telah sangat terpengaruh oleh peristiwa seputar Perang Pasifik yang membawa rasa nasionalisme baru ke masyarakat Jepang. Jepang memulai memproduksi anime pada tahun 1917, jaman dimana film animasi bisu. Masyarakat dunia mulai membicarakan kualitas dari animasi Jepang. Akan tetapi, biaya produksi dari animasi Jepang sendiri lebih mahal dari kartun barat dan terbayangi oleh popularitas kartun Disney. Banyak propaganda oleh angkatan laut Jepang yang menggambarkan kekuatan laut Jepang pada tahun 1945, tetapi pada tahun 1948 Jappanesse Animation Studio yang menjadi rumah produksi propaganda pertama Jepang.

JAS kemudian berpindah tangan kepada TOEI pada tahun 1951 atau yang lebih kita kenal sebagai TOEI ANIMATION yang masih memproduksi anime sampai sekarang, rumah produksi ini adalah langkah besar dalam perkembangan industri anime di Jepang pada persaingan dunia. Pada Tahun 1961 founder dari TOEI animation keluar dan membuat rumah produksi baru bernama Mushi Production dengan karyanya yang menjadi paling berpengaruh dalam perkembangan anime, mungkin kita kenal dengan Astro Boy pada tahun 1963. Berlanjut pada perkembangan tahun 1970, Jepang memulai beberapa genre anime seperti magical girl dan mecha. Perkembangan dengan cerita anime Ashita no Joe atau lebih dikenal di Indonesia dengan komiknya Boy Action II dengan perkembangan genre olahraga. MAD HOUSE studio membuat anime Lupin III yang menarik banyak perhatian dunia pada tahun 1972.
High School Girlby ryf-san 

Memasuki era 1980-an anime telah singgah di Indonesia tersebut hadir dalam format tape video. Pasang surut anime di industri tanah air dan sempat vakum dengan berakhirnya video beta, di Indonesia sendiri lebih tertarik kepada kartun Amerika atau Eropa yang lebih mudah memperoleh popularitas. Pada era 1990-an memulai kembali eksistensi anime di Indonesia, muncul judul anime terkenal seperti Saint Seiya, Sailormoon, Minky Momo, Dragon Ball dan masih banyak judul yang memiliki banyak penggemar di Indonesia. Televisi Indonesia seperti RCTI, Space Toon, Indosiar Trans 7 atau TV7, Global Tv. Kepesatan industri ini membawa gambaran-gambaran baru seputar perkembangan budaya Jepang di Indonesia. Penggemar anime yang semakin bertambah juga mengikuti gaya hidup masyarakat Jepang yang menggemarinya. Masyarakat Jepang yang menyukai dan menggemari anime disebut otaku, sedangkan masyarakat yang terlalu menyukainya disebut vvibu. Industri yang semula hanya berhaluan hiburan ini berubah menjadi sebuah doktrin budaya Jepang kepada seluruh dunia. Ideologi ke Jepang-an dan budaya yang menarik perhatian masyarakat dunia khususnya Indonesia yang mungkin setidaknya memiliki masa kecil berlari dengan tangan ke belakang layaknya Naruto, atau menemukan ranting yang dijadikan pedang samurai. Kepesatan ideologi melalui media hiburan anime ini dapat dilihat dari tingkat festival budaya Jepang yang sangat banyak di Indonesia tiap tahunya, tidak bisa dilepaskan dari tiap acara tersebut terdapat cosplay. Cosplay adalah suatu kegiatan dimana individu dapat meniru karakter game, film, maupun khususnya anime yang dia gemari dan dia suka dengan memakai kostum dan seolah-olah menjadi karakter tersebut.

Berawal dari sebuah gagasan yang dapat menjadi alternatif industri pengembalian pasca perang menjadi penanaman ketertarikan orang kepada budaya-budaya tersebut. Ketertarikan masyarakat Indonesia tentang Jepang tidak bisa di pungkiri melihat media yang mereka berikan tiada hentinya mulai dari fasilitas kehidupan, hiburan, dan segala kebutuhan hidup. Kebudayaan Jepang menjadi panutan bagi sebagian besar orang yang menggemai sampai mendewakanya. Tetapi segala sesuatu yang berlebihan dapat membahayakan orang. Kemungkinan terburuk dari perkembangan industri ini adalah penanaman ideologi kebudayaan Jepang yang dapat menggoyahkan rasa cinta kepada budaya sendiri. Menggemari boleh tetapi tidak sebagai panduan disegala aspek kehidupan, manusia juga harus menfilter apa yang dapat mereka konsumsi atau tidak dengan batasan-batasan tertentu.

Referensi:

Budianto, Firman “ANIME, COOL JAPAN, DAN GLOBALISASI BUDAYA POPULER JEPANG”. 2013. . Pusat Penelitin Sumber Daya Regional - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

Yasuo, Yamaguchi “The Evolution of the Japanese Anime Industry”. 28 November, 2013. https://www.nippon.com/en/simpleview/?post_id=16010

Comments